Uninterruptible Power Supply (UPS)  

By Nahendra Wahyu Widiatmoko, S.Kom

UPS (Uninterruptible Power Supply), digunakan untuk mengantisipasi listrik padam. Walau tidak sehandal UPS yang asli, rangkaian ini sedikit bermakna, Mau tau cara merakitnnya...?

Gampang dan mudah. Biayanya pun relatif lebih murah ketimbang membeli UPS yang asli. Bagaimana dengan komponen yang diperlukan ? Banyak terjual di toko-toko elektronik. Dengan demikian anda akan merugi jika tidak mencoba merakitnya.

Output rangkaian UPS ini memiliki daya sekitar 1,5W. Sebelum rangkaian utama terdapat rangkaian layaknya mini adapter yang memiliki tegangan antara 9V/12V dengan kuat arus sebesar 500mA. Tegangan yang dihasilkan ini digunakan untuk mengoperasikan rangkaian dan mengisi battery. UPS dirancang untuk tetap dapat menjalankan perangkat elektronik meskipun listrik padam.

Cara Kerja Rangkaian

Ketika inverter dijalankan dengan masukan AC, kemudian di ubah menjadi tegangan DC. Pada bagian output penyearah digunakan untuk mengisi battery. Ketika power gagal atau terjadi pemadaman arus listrik, tegangan dc mengalir ke inverter yang kemudian menghasilkan tegangan AC pada keluaran inverter (lebih jelasnya lihat gambar).

rangkaian terhubung disekitar IC CD4047 yang beroperasi sebagai multivibrator pada frekuensi 50 Hz. Output Q multivibrator ini menggerakkan MOSFETs IRF540. Outout inverter disaring dan direduksi menggunakan MOV (Metal Oxide Vasitor). Tranformer yang digunakan adalah 9-0-9, 1.5A. Dua LED (D6 dan D7) digunakan sebagai indikator apakah tegangan utama ataukah baattery yang sedang bekerja.

This entry was posted on Kamis, Oktober 30, 2008 . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langgan: Poskan Komentar (Atom) .

0 komentar

Upload File

Form Upload File
File
Deskripsi
 

Mr. Nahendra Wahyu W

Thank's to : Tuhan Yang Maha Esa -- Orang tua & keluarga -- Spesial My Love : Ida Nurlaili -- Special Person : Teman-teman Terra Computer -- Trio Kwek-Kwek special lah yauw -- mr Vicky

New To 2009

 

musik